TIPE PERTANYAAN YANG DIAJUKAN GURU BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM & DEBONO

1 Feb

ANALISIS KRITIS ARTIKEL

Jeni Wilson & Lesley Wing Jan, 1992. Smart Thinking. Developing revlection and metacognition. Capter 3, Curriculumcorporation

Tanpa memperhatikan tipe pertanyaan yang diajukan guru, mereka seharusnya mengajukan pertanyaan yang kuat dan strategis, dalam rangka untuk:

  • Mengoptimalkan dan memperluas keahlian dan perspektif pemikiran siswa
  • Mengklarifikasi dan memperdalam pemahaman
  • Membantu berpikir fokus (misalnya, apa yang perlu dilakukan, apa yang sudah disiswai)
  • Menyelidiki lebih dalam
  • Menciptakan hubungan antar ide
  • Meningkatkan keingintahuan
  • Memberikan tantangan-tantangan
  • Meninjau rencana-rencana/tindakan-tindakan
  • Mengidentifikasi celah dalam pembelajaran siswa
  • Mendorong refleksi
  • Mengungkapkan generalisasi dan asumsi-asumsi
  • Membimbing pembuatan keputusan
  • Mencetuskan pertanyaan lebih jauh dan ketertarikan dalam mencari jawabannya
  • Terfokus pada proses berpikir sebagaimana pada materi siswan.

Guru-guru bisa menggunakan pertanyaan untuk membantu siswa mengidentifikasi tipe pemikiran dan pertanyaan apa yang diperlukan untuk tujuan-tujuan yang dimaksudkan oleh siswa. Sedangkan pertanyaan yang ’lebih tipis’(tertutup) bisa lebih mudah dan lebih cepat untuk menjawab dan bertanya, pertanyaan tanpa batas yang memerlukan pemikiran kompleks adalah satu-satunya yang lebih mungkin untuk meningkatkan hubungan emosional dan intelektual siswa dan menciptakan penyebab untuk refleksi dan metakognisi.

Taksonomi Bloom (1976), memberikan satu kerangka kerja bagi guru untuk merancang pertanyaan dan tugas untuk mendapatkan kisaran keahlian berpikir yang diperluas diluar ingatan.

Tabel 1. Taksonomi Bloom untuk mengembangkan pertanyaan

Proses-proses berpikir Pertanyaan guru tentang pemikiran Pertanyaan guru tentang margasatwa Australia
Pengetahuan(mengingat) Mengingat kembali informasi Apa yang anda ketahui dan yakini? Di mana anda bisa menemukan koala?
Komprehensi(pemahaman) Memahami pengetahuan mereka Arti apa yang bisa anda buat pada data yang telah kita kumpulkan? Mengapa anda berpikir bahwa kanguru tidak biasanya ditemukan diperkotaan?
Aplikasi(meng-aplikasikan) Menggunakan pengetahuan dalam situasi atau pengalaman yang baru Bagaimana bisa anda menggunakan informasi yang telah anda kumpulkan? Bisakah anda memikirkan contoh satwa Australia lainnya yang punah karena perubahan habitat?
Analisis(menganalisa) Mengidentifikasi faktor-faktor/bagian-bagian Contoh-contoh apa yang bisa anda berikan dari semua inti poin? Faktor-faktor apa yang memberikan kontribusi untuk mengurangi habitat-habitat untuk binatang di Australia?
Sintesis(menciptakan) Mengumpulkan informasi, menghasilkan ide-ide baru Generalisasi apa yang bisa anda buat sekarang ketika merefleksikan semua yang telah anda siswai? Bagaimana bisa kita menghindar dari  membahayakan satwa Australia?
Evaluasi(mengevaluasi) Membuat penilaian dan menawarkan opini Opini apa menurut anda yang paling obyektif? Apakah pendapatmu tentang merelokasi satwa asli?

(Taksonomi Bloom Sudah ada yang Terbaru alias sudah direvisi)

De Bono juga memberikan suatu struktur untuk berpikir dengan cara-cara yang berbeda untuk memajukan bertanya yang efektif. Ketika siswa merespon atau mengajukan pertanyaan yang terkait dengan tiap topi dengan warna spesifik, mereka menggambar kisaran keahlian berpikir, dan mendapatkan kisaran respon yang luas. Tabel 3.2 menunjukkan bagaimana topi berwarna de Bono bisa digunakan untuk pertanyaan guru dan siswa tentang belajar dan berpikir. Lihat performa 3.6: Bertanya menggunakan Enam Topi Berpikir (hlm 52).

Tabel 3.2 Bertanya menggunakan Enam Topi Berpikir De Bono

WarnaTopi Cara berpikir Pertanyaan siswa tentang berpikir dan belajar Pertanyaan guru tentang pilihan-pilihan makanan sehat
Putih Beberapa Fakta dan gambar Informasi baru apa yang telah saya pelajari? Apakah saja beberapa pilihan makanan yang sehat?
Merah Emosi dan perasaan Bagaimana perasan saya tentang apa yang saya pikirkan? Bagaimana perasaanmu tentang makan makanan yang sehat?
Hitam Negatif dan pikiran berhati-hati Apa yang ada pada cara berpikir efektif? Apakah saja kerugian terlalu banyak makan makanan yang tidak sehat?
Kuning Pikiran positif dan optimis Apa yang telah saya pikirkan seluruhnya benar-benar baik? Apa sajakah manfaat makan makan yang sehat?
Hijau Pikiran kreatif Ide-ide baru apa yang sudah saya kemukakan? Bagaimana anda akan merubah pandangan-pandangan orang tentang makanan sehat?
Biru Pengendalian dan pengaturan proses berpikir Bagaimana saya mengatur ide-ide saya? menurut anda apa yang perlu diyakini orang-orang dalam rangka untuk membuat pilihan makanan yang sehat?

 Pertanyaan kreatif dan berpikir kreatif

Sebagian besar pertanyaan dari guru memajukan tipe berpikir sistematis dan/atau analitis. Bagaimanapun, pertanyaan-pertanyaan yang memfasilitisi berpikir kreatif bisa menghasilkan kisaran ide-ide inovatif dan tidak diduga.

Setidaknya terdapat delapan proses yang sering diidentifikasi dengan berpikir kreatif yaitu kelancaran, fleksibelitas, keaslian, perluasan, keingintahuan, kompleksitas, mengambil resiko, dan imajinasi (Lihat Dalton, 1985 dan Gross et al, 2001). Pertanyaan-pertanyaan reflektif seperti yang diajukan dalam Tabel 3.3 bisa diajukan untuk mengawali berpikir kreatif. Ketika siswa merefleksikan berpikir kreatif mereka mereka perlu menggunakan metakognisi.

Contoh Pertanyan-pertanyaan kreatif

Bagaimana anda bisa merubah/memperluas ini?                                         Perluasan

Apa perspektif-perspektif lain yang ada untuk dipertimbangkan?  Kelancaran

Apakah semua jalan yang berbeda agar anda bisa ke sekolah?                  Fleksibelitas

Lapisan apa lagi yang bisa kita tambahkan ke … ?                Kompleksitas

Bagaimana mungkin … ?                                                         Keaslian

Bagaimana jika … ?                                                               Keingin-tahuan

Bayangkan bahwa … ?                                                                        Imajinasi

 Pertanyaan filosofis

Pertanyaan-pertanyaan filosofis seringkali digunakan untuk mendorong pikiran reflektif yang lebih dalam, membangun pemahaman konseptual siswa dan memungkinkan mereka untuk merefleksikan pada proses mengaplikasikan tipe pemikiran ini. Kerangka kerja Golding (2002) untuk bertanya, diadaptasi pada Tabel 3.4 membutuhkan siswa untuk menjelaskan, memberikan alasan, dan memperdalam pemikiran mereka tentang ide-ide atau konsep-konsep. Ingat bahwa kategori-kategori dalam tabel ini tidak eksklusif.

 Pertanyaan-pertanyaan yang maksa untuk memikirkan tentang belajar dan berpikir

Tujuan pertanyaan Contoh-contoh pertanyaan
Untuk menjelaskan Apa yang anda pikirkan tentang hal ini?Kapan hal ini tidak pernah terjadi?Apa yang bisa berjalan dengan baik?
Untuk memberikan alasan Bisakah anda memberikan penjelasan lain?Bisakah anda memikirkan perspektif lain?Bagaimana anda mengetahui?
Untuk memperluas dan memperdalam pemikiran Apakah beberapa konsekuensi yang mungkin?Pertanyaan-pertanyaan apa yang anda punyai sekarang?Bagaimana anda menguji hipotesis anda?

 Pertanyaan guru yang ditargetkan dan tepat waktu

Pertanyaan guru yang tepat, atau provisi dorongan dan dukungan guru terhadap pertanyaan siswa pada waktu yang tepat, bisa membantu siswa untuk merencanakan dan merefleksikan proses belajar dan berpikir mereka, menerapkan belajar yang terfokus dan mandiri serta memperdalam pemahaman siswa tentang diri mereka sendiri sebagai siswa dan pemikir.

Pertanyaan-pertanyaan guru pada sintaks  yang berbeda

Awal
Apa yang perlu anda lakukan/ketahui untuk menyelesaikan tugas?Metode/strategi berbeda apakah yang bisa digunakan?Bagaimana tugas ini serupa/terhubung dengan tugas lain yang telah anda selesaikan?

Tujuan-tujuan apa yang bisa anda kerjakan terhadap tugas ini?

Tantangan-tantangan apa yang bisa anda antisipasi?

 Selama
Apa yang telah anda ketahui/sudah anda lakukan yang bisa membantu?Bagaimana anda melakukannya?Apa yang anda pikirkan ketika anda melakukannya?

Bagaimana anda melanjutkan?

Apakah anda perlu untuk merubah strategi anda?

Informasi/pemikiran apa yang masih perlu anda lakukan?

Kesimpulan apa yang bisa anda buat? Bisakah anda memberikan contoh?

Kesimpulan
Apa yang berhasil dengan baik?Tujuan-tujuan apa yang telah anda capai?Seberguna apakah rencana anda?

Apa yang perlu anda lakukan sekarang?

Apakah yang telah membuat anda berubah pikiran?

Mengapa anda memilih strategi itu?

Bisakah anda menjelaskan langkah-langkah yang anda ambil untuk melengkapi tugas?

Apa yang akan anda lakukan dengan cara yang berbeda dilain waktu? Mengapa?

 Membantu siswa untuk menanyakan pertanyaan efektif

Terdapat sejumlah cara dimana guru bisa membantu siswa untuk menanyakan pertanyaan yang bisa memajukan refleksi dan metakognisi.

  • Tanyakan pada mereka apa yang mereka igin ketahui dan pastikan mereka mempunyai waktu untuk mencari jawabannya.
  • Ajukan pertanyaan yang menarik, menantang dan bervariasi.
  • Luangkan waktu untuk menyoroti tipe-tipe pertanyaan yang digunakan dan keahlian-keahlian berpikir yang dilibatkan.
  • Jangan selalu menjawab pertanyaan siswa, biarkan mereka menemukan sendiri dan membagi apa yang telah mereka siswai.
  • Luangkan waktu untuk pertanyaan dan hipotesis siswa disemua siswan.
  • Berikan sorotan pada pertanyaan-pertanyaan. Tunjukkan pertanyaan di sekitar ruangan bersama dengan jawabannya yang telah ditemukan oleh siswa.
  • Membangun pertanyaan siswa dan menggunakannya untuk tujuan-tujuan reflektif selama diskusi.
  • Perluas lebih dalam pada respon-respon siswa.
  • Merancang tugas-tugas dan umpan balik yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan lebih jauh dan untuk berpikir lebih dalam.
  • Memainkan permainan yang bisa mengembangkan dan memperluas pengetahuan siswa dan menggunakan pertanyaan-pertanyaan. Misalnya, sudahkah siswa merancang kuis atau melakukan aktivitas Die reflection roll pada halaman 82 yang memerlukan mereka untuk menyusun pertanyaan pengantar dan jawaban pada masing-masing pertanyaan. Lihat juga proforma 3.4: Apa, dimana dan siapa? (hlm 50) dan 3.5: Q Matrix (hlm 51).
  • Memperluas waktu tunggu sebelum menerima jawaban terhadap pertanyaan. Hanya menunggu tiga detik lebih lanjut bisa menghasilkan jawaban yang lebih dalam dan kompleks; peningkatan jumlah relawan yang bersedia menjawab; menjawab dengan melibatkan level pemikiran yang lebih tinggi, memasukkan refleksi dan metakognisi; dan peningkatan jumlah siswa yang mengawali pertanyaan.

Para guru juga bisa membimbing pertanyaan untuk membantu siswa agar fokus pada proses reflektif dan metakognitif mereka serta membentuk pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri untuk memfasilitasi proses-proses ini.

Pertanyaan reflektif dan metakognitif

 Tentang proses reflektif dan metakognitif Tentang pertanyaan Tentang belajar
Apa yang membantu atau merubah pemikiran anda?Strategi pemikiran apa yang berguna/tidak?Apa yang membuat anda berubah pikiran? Mengapa?

Apakah anda mampu untuk membuat hubungan antara pemikiran anda dengan tugas ini dan dalam tugas lainnya?

Pikirkan kembali apa yang telah kita lakukan. Apa bagian yang paling menarik/menantang/me-ngejutkan? Mengapa?

 

Pertanyaan apa yang benar-benar sulit?Pertanyaan apa yang anda tanyakan yang tidak bisa dijawab?Pertanyaan mana yang membantu anda untuk fokus?

Pertanyaan mana yang anda yakin dengan jawabannya?

Jenis pertanyaan apa yang berguna untuk ditanyakan?

Pertanyaan mana yang perlu anda jawab sebelum anda bisa melengkapi persyaratan tugas?

Apa yang anda siswai hari ini?Bagaimana perasaan anda tentang apa yang sudah anda siswai?Apa yang sekarang bisa anda lakukan yang tidak bisa anda lakukan sebelumnya?

Mengapa penting untuk memsiswai tentang … ?

Apa yang telah anda siswai yang mengejutkan anda?

Apa yang ingin anda siswai? Mengapa?

 

Bertanya pada diri sendiri dan berbicara pada diri sendiri

Untuk memperbaiki pemikiran dan belajar siswa melalui bertanya, mereka harus terlibat dalam bertanya pada diri sendiri dan berbiacara pada diri sendiri. Bertanya pada diri sendiri mengarahkan siswa untuk merefleksikan tindakan-tindakan dan belajar mereka, serta mengidentifikasi dan bertindak pada area-area itu yang mereka rasa sebagai perkembangan yang diperlukan.

Contoh bertanya pada diri sendiri

Tahap Tujuan bertanya Pertanyaan siswa pada diri sendiri
Dimulai Memahami tugas.Mendefinisikan ketentuan.Mengevaluasi apa yang sudah diketahui. Saya telah diminta untuk melakukan apa?Tugas ini melibatkan apa?Apa yang telah saya ketahui yang akan membantu saya?

Apa yang perlu saya lakukan?

Apa yang akan saya butuhkan?

Merencanakan tugas dan menentukan tujuan Merencanakan dan membentuk tujuan untuk memastikan bahwa tugas bisa diselesaikan.Memilih tindakan yang tepat. Apa yang harus saya lakukan dulu?Berapa lama waktu yang diperlukan?Strategi mana yang bisa saya gunakan?

Tujuan mana yang tepat?

Aplikasi rencana Bertindak sesuai rencanaMengawasi kemajuan terhadap penyelesaian tugas. Apakah rencana saya efektif? Apakah ini perlu diadaptasikan?Bagaimana ide-ide saya berubah?Apakah saya bekerja secara sistematis ke arah yang dibutuhkan?

Apakah saya memiliki semua informasi yang saya butuhkan?

Sudahkah saya memahami tugasnya?

Sudahkah saya memahami prosesnya?

Refleksi Meregulasi perilaku, pemikiran dan rencana. Apa yang saya perlukan untuk memikirkan kembali?Bagaimana saya melakukannya secara berbeda dilain kali?Apakah saya telah menggunakan pendekatan yang sistematis, kreatif, atau reflektif?

Apakah saya mencapai tujuan saya?

Strategi apa yang saya gunakan?

Apa yang telah saya siswai untuk dilakukan?

Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?

Berbicara pada diri sendiri melibatkan siswa untuk membicarakan pada diri mereka sendiri melalui tugas-tugas. Ketika digunakan secara efektif, berbicara pada diri sendiri bisa membantu siswa untuk mengidentifikasi dan/atau mengkhususkan tujuan, membuat rencana yang melibatkan bagian-bagian yang bisa diatur, terfokus pada ide-ide inti atau proses, mengawasi kemajuan mereka dan meregulasi pikiran mereka. Berbicara pada diri sendiri melibatkan bertanya pada diri sendiri sebagai siswa yang merefleksikan pada pilihan-pilihan, tujuan-tujuan, dan rencana-rencana untuk belajar lebih jauh. Sedangkan Berbicara pada diri sendiri biasanya merupakan suatu proses terinternalisasi, ketika siswa melisankan pemikiran mereka, yang lain bisa mempunyai akses bagi hubungan antara pemikiran dan tindakan, serta mengawasi prosesnya.

Para siswa juga bisa diuntungkan dari guru yang melakukan berbicara pada diri sendiri. Dengan melisankan strategi-strategi apa yang mereka pilih untuk mendekati tugas belajar, bagaimana dan mengapa, sebagaimana dengan apa yang telah mereka siswai dari suatu aktivitas, dan apa yang akan mereka lakukan dengan cara yang berbeda dilain waktu, para guru memberikan suatu struktur spesifik untuk refleksi dan metakognisi. Meminta para siswa untuk melisankan proses berpikir mereka bisa memunculkan pertanyaan untuk refleksi dan, dalam proses itu sendiri merupakan metakognisi.

 Pertanyaan-pertanyaan untuk mengembangkan pemikir dan penanya reflektif dan kognitif

Refleksi Metakognisi
Pertanyaan-pertanyaan guru
Keahlian-keahlian tim yang mana yang digunakan kelompok anda?Apa yang anda sukai tentang aktivitas/darmawisata?Apa yang sudah bisa dilakukan untuk membuat aktivitas lebih berguna? Mengapakah kita mungkin mempelajari ini?Bagaimana anda memulai tugas ini?Apa yang perlu anda pikirkan untuk menyelesaikan tugas?

Apa pertanyaan-pertanyaanmu?

Bagaimana pikiranmu berubah?

Jenis pemikiran apa yang berguna untuk tugas ini?

Tujuan apa yang perlu anda tentukan untuk belajar anda?

   
Pertanyaan siswa pada diri sendiri
Kontribusi apa yang saya berikan pada kelompok?Aspek-aspek mana dari kerja saya/kelompok kami yang perlu diperbaiki?Keahlian apa yang telah saya perbaiki dalam unit ini? Apa yang sudah saya ketahui tentang topik ini?Apa yang ingin saya ketahui?Pertanyaan-pertanyaan apa yang saya punyai?

Bagaimana saya mencari sumber informasi?

Bagaimana ide-ide saya telah berubah selama unit ini?

Apa yang sudah saya pelajari?

Strategi belajar apa yang berjalan dengan baik untuk saya?

Seberapa baik saya memenuhi tujuan belajar saya?

Pertanyaan guru pada diri sendiri

Ketika berencana untuk mengajar sesi atau unit, guru-guru reflektif secara terus menerus menanyakan pada diri mereka sendiri untuk memastikan mereka memberikan program-program mengajar yang penuh arti, inklusif, dan relevan.

Misalnya, mereka mungkin menanyakan pada diri mereka sendiri:

  • Apa yang saya ingin agar dipelajari oleh siswa? Mengapa?
  • Apakah tujuan aktivitas ini? Bagaimana saya mendukung belajar siswa?
  • Mengapa saya melakukannya dengan cara itu? Apakah ada cara lain?
  • Jika saya adalah siswa apa yang akan saya rasakan mengenai sesi/aktivitas/dukungan/penggunaan sumber ini?
  • Apakah saya memberikan program yang inklusif?

Pada kesimpulan mengajar sesi atau unit, para guru mungkin menilai keefektifan mereka dengan menanyakan:

  • Apakah tujuan pelajaran/sesi/unit ini telah terpenuhi?Mengapa? Bagaimana?
  • Bagaimana saya membantu siswa saya untuk belajar? Apakah saya melakukannya dengan baik? Mengapa?
  • Dengan cara apa saya berinteraksi dengan tiap siswa? Apakah umpan balik saya tepat?
  • Apa yang akan saya lakukan dengan cara yang berbeda lain kali? Mengapa?
  • Apa yang perlu saya perbaiki? Mengapa? Bagaimana saya melanjutkan hal ini?

 Ide-ide Cerdas

Aktivitas-aktivitas berikut dirancang untuk membantu siswa mengembangkan keahlian bertanya dan berpikir efektif. Para guru mungkin perlu untuk menyesuaikan mereka dengan siswa mereka khususnya level tahun dan/atau kebutuhan-kebutuhannya.

Dorongan-dorongan pertanyaan

Dorongan-dorongan pertanyaan yang diberikan di bawah ini dirancang untuk para guru dan siswa untuk merefleksikan berbagai aspek belajar dan pikiran mereka.

  • Apa yang anda kerjakan dengan baik? Apa yang bisa anda lakukan dengan berbeda?
  • Apa yang anda pikirkan ketika mengerjakan tugas? Apa yang perlu anda perbaiki?
  • Pada hal apa anda menjadi lebih baik?
  • Apakah tujuan-tujuan anda sekarang?
  • Bagaimana pemikiran anda telah berubah?
  • Apa yang telah anda siswai?
  • Apa yang anda siswai untuk dilakukan?

Dorongan-dorongan ini bisa dilapisi dan digunakan dalam sejumlah cara yang berbeda, seperti kartu lucky dip. Mereka bisa mendiskusikan dalam kelompok kecil dan refleksinya dicatat jika diinginkan. (Penjelasan selanjutnya pada Bab 5).

Pertanyaan dan jawaban (Question and enswer)

Aktivitas ini dirancang untuk mendorong agar siswa bekerja secara independen untuk mengajukan pertanyaan yang berguna ketika mereka memulai, sementara mereka bekerja, dan ketika mereka mensintesiskan pekerjaan mereka. Misalnya, ketika memulai, siswa menggunakan dorongan ’Apa yang sudah saya ketahui?’, ’Apa yang perlu saya lakukan lebih dulu?’ dan ’Bagaimana saya menemukan informasi?’ Ruang diberkan bagi mereka untuk mencatat jawaban mereka yang kemudian bisa digunakan untuk merefleksikan dan menilai pemikiran dan belajar mereka.

Memprediksi, memperluas, dan mempertimbangkan

Aktivitas ini bisa digunakan dalam suatu cara yang serupa untuk Pertanyaan dan jawaban seperti ini mencontohkan tipe-tipe pertanyaan yang berbeda dan memberikan suatu struktur untuk mengembangkan respon-respon reflektif di bawah tiga ’P’ (tiga M) diatas.

Para siswa memilih pertanyaan tiap pertanyaan dari tiga bagian (memprediksi, memperluas, dan mempertimbangkan) atau menulis pertanyaan mereka sendiri untuk tiap bagian dan kemudian mencatat refleksi mereka. Misalnya:

Memprediksi                          Menurutmu apa yang akan terjadi?

(Predict)                                  Pertanyaan apa yang bagus untuk ditanyakan?

Memperluas                           Siapa yang mungkin mempunyai ide berbeda tentang hal ini?

( Prub)                                    Apa yang membingungkanmu dan bagaimana anda menjelaskannya?

Mempertimbangkan             Bagaimana anda meringkas ide-ide anda?

(Ponder)                                  Apakah tiap orang sepakat? Jika tidak, mengapa?

 Lima mengapa (The Five whys)

Ini bisa dilakukan dengan berpasangan, atau bertiga dengan pengawas yang diam. Satu orang berperan sebagai penanya dan lainnya menjawab pertanyaan. Tiap orang perlu untuk mendengarkan orang lain baik-baik karena jawabannya digunakan oleh penanya untuk membuat pertanyaan ’Mengapa’ baru. Tanya-jawab adalah aktivitas yang menyoroti peran pertanyaan yang dimulai dengan ’Mengapa’ dan bagaimana ini bisa digunakan untuk memperluas informasi lebih jauh dan memperdalam pemikiran. Misalnya:

Pertanyaan           Mengapa penting untuk bertanya?
Jawaban                 Untuk mengetahui jawabannya.
Pertanyaan            Mengapa penting untuk mengetahui jawaban?
Jawaban                Untuk memsiswai hal-hal baru.
Pertanyaan          Mengapa penting untuk mempelajari hal-hal baru?
Jawaban               Agar kamu bisa berpikir tentang dunia.
Pertanyaan         Mengapa penting untuk berpikir tentang dunia?
Jawaban         Agar kamu bisa belajar untuk bergaul dengan orang-orang dan berbahagia.

Ingat bahwa beberapa siswa mungkin menemukan kesulitan untuk mencapai jawaban kelima, khususnya jika pertanyaannya tentang sesuatu yang baru bagi mereka. Namun demikian, adalah menarik bagi orang lain untuk mendengar semua jawaban yang ditawarkan.

Matriks Q

Matriks Q (Weiderhold, 1995) mendukung siswa untuk bertanya tentang apa yang mungkin belum pernah mereka pikirkan terkait dengan topik yang dipelajari. Siswa bisa menggunakan daftar pertanyaan mereka untuk membimbing belajar mereka, atau bisa digunakan untuk kuis kelas.

Matriks Q bisa didukung dengan cara-cara berikut:

  • Letakkan kata-kata kunci dari topik pada dua sisi dadu. Lemparkan dadu dan gunakan hasilnya untuk mendaftar pertanyaan-pertanyaan pada Matriks Q.
  • Letakkan semua kata kunci pada kartu pengingat. Buat dua set warna matriks yang berbeda, satu dengan ’Apa’, ’Di mana’, ’Yang mana’, ’Siapa’, ’Mengapa’, dan ’Bagaimana’ diatasnya, dan set lain dengan warna yang berbeda dengan ’Adalah’, ’Sudah’, ’Bisa’, ’Sudah akan’, ’Akan’, dan ’Mungkin’. Mintalah siswa untuk memilih satu kartu dari tiap set dan memberikan saran pertanyaan-pertanyaan menggunakan kata-kata ini sebagai kalimat pengantar.

 Pertanyaan-pertanyaan topi berpikir

Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, yang ditarik dari Enam Topi Berpikir de Bono (1992), terfokus pada berpikir. Para guru bisa menggunakannya untuk mendorong semua diskusi kelas, atau bisa digunakan untuk diskusi kelompok kecil atau entri jurnal reflektif individu.

Berhenti, berpikir dan pertanyaan

Strategi ini bisa digunakan tiap saat, untuk siswan apapun. Tepat sebelum aktivitas, buat tanda berhenti, dan tandai dengan tanda pertanyaan di atasnya. Tahan tanda berhenti dan minta siswa untuk berhenti dan berpikir tentang apa yang mereka pelajari, tanpa berbicara. Kemudian tahan tanda pertanyaan dan minta siswa untuk mencatat pertanyaan apapun yang mereka punya.

Guru bisa diharap untuk memberikan garis pedoman untuk siswa pada tipe dan subyek pertanyaan, misalnya: tentang pekerjaan yang dicakup atau bagaimana menyelesaikan persyaratan tugas. Pertanyaan siswa bisa digunakan untuk berbagai tujuan seperti penyelidikan lebih lanjut, penulisan jurnal reflektif, penilaian pada diri sendiri dan diskusi kelompok.

Mengambil sikap

Ini adalah aktivitas kelompok yang bisa digunakan setelah membaca/meninjau materi yang mendukung sikap khusus atau mendatangkan berbagai opini. Ini juga bisa digunakan setelah observasi atau pengalaman-pengalaman yang memberikan banyak kandungan untuk refleksi.

Jika terdapat dua posisi utamaa, siswa dibagi dalam kelompok dengan tiga anggota dan dipilih untuk menjadi A (satu sudut pandang), B (sudut pandang yang bertentangan), atau C (pengamat). Jika terdapat tiga posisi, siswa membentuk kelompok dengan empat anggota dengan tiga pandangan yang direpresentasikan dan seorang siswa sebagai pengamat, dan lain-lain.

Pertama posisi seperti, (yaitu semua A dan semua B) bertemu untuk membahas dan menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin mereka tanyakan setelah mereka mendengar argumen-argumen Kelompok A dan B. Setelah mendengar argumen dan jawaban bagi pertanyaan, kelompok C mensintesiskan argumen itu, dan memutuskan sikap dan bagaimana mereka akan membenarkan ini.

Ingat bahwa kelompok pertemanan bekerja paling kurang untuk aktivitas ini.

 Memasuki kepala seseorang

Aktivitas ini membantu siswa untuk memahami bagaimana orang lain berpikir dan merasakan sebagaimana mendorong mereka untuk melihat masalah/pengalaman dari perspektif yang berbeda. Meminta siswa untuk mencoba membayangkan berada dalam kepala seseorang dan berpikir tentang pertanyaan-pertanyaan atau perasaan-perasaan yang mungkin dimiliki oleh orang itu tentang suatu masalah atau peristiwa. Pertanyaan-pertanyaan bimbingan juga bisa diberikan untuk membantu siswa agar fokus pada aspek khusus. Misalnya:

  • Apa yang akan perlu anda tanyakan jika anda mau mengetahui lebih banyak tentang pandangan-pandangan kelompok minoritas yang hidup dalam komunitas/negara baru?
  • Ketika anda membaca koran yang melaporkan tentang isyu-isyu politik, siapa yang tidak terwakili? Apa yang akan anda tanyakan pada orang-orang ini?
  • Jika anda adalah siswa baru di sekolah bagaimana perasaanmu? Apa yang akan anda minta pada siswa baru untuk mengetahui bagaimana mereka menetap didalamnya?

 Pertanyaan yang mustahil

Berikan kesempatan pada siswa untuk membentuk pertanyaan yang mereka pikir akan sulit untuk dijawab. Hal ini mungkin terkait dengan unit belajar, cara-cara untuk mencari atau mengorganisir informasi atau belajar dan berpikir (seperti konsep, strategi, atau pengalaman siswa sendiri).

Aktivitas ini adalah kesempatan yang bagus untuk:

  • Membahas cara-cara meneliti jawaban atau pertanyaan
  • Membahas tujuan pertanyaan
  • Mengidentifikasi dan membahas tipe-tipe dan struktur pertanyaan yang lebih sulit dijawab dan beberapa alasan yang mungkin untuk hal ini
  • Cari apa yang membuat siswa tertarik
  • Berdasarkan penyelidikan/penelitian terhadap pertanyaan siswa
  • Bahas dan identifikasikan pertanyaan-pertanyaan yang tidak menambah pengetahuan atau pemahaman yang bermakna.

Para siswa bekerja dalam kelompok kecil (beranggota dua hingga empat, ditambah satu atau lebih pengamat). Seorang siswa dibutuhkan untuk mengamati pekerjaan yang lain. Ketika siswa mencoba tugas singkat (misalnya soal matematika yang mudah) mereka ’berkata dengan keras’, membuat proses berpikir yang mereka gunakan menjadi jelas dan mengapa mereka telah membuat keputusan tertentu ketika mereka bekerja. Pengamat mengambil catatan tentang keputusan-keputusan yang diambil.

Pada kesimpulan dari aktivitas, pengamat kembali melaporkan pada kelompok kecil dan/atau kelompok yang lebih besar tentang observasi mereka tentang bagaimana siswa melakukan tugas mereka. Kemudian mereka bisa bertanya pada anggota-anggota kelompok, misalnya tentang proses berpikir mereka.

Suatu adaptasi hal ini adalah ketika pengamat menjadi penanya yang bertanya pada anggota-anggota tim ketika mereka bekerja. Terdapat manfaat dan kerugian dalam tiap metode sebagaimana juga ini bisa mengganggu atau membantu.

Pertanyaan-pertanyaan untuk penilaian

Di akhir unit kerja, selain menanyakan siswa apa yang telah mereka pelajari, minta pada mereka untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang masih belum mereka temukan jawabannya. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa sangat mengungkapkan kedalaman pengetahuan siswa. Mempertimbangkan level pemikiran dan pemahaman yang berbeda yang ditunjukkan oleh pertanyaan-pertanyaan siswa yang diajukan diakhir studi energi:

  • Tipe-tipe energi apakah yang ada?
  • Jenis strategi apa saja yang kita gunakan untuk menghemat energi?
  • Mengapa kita harus mempertimbangkan energi nuklir?
  • Mengapa beberapa orang membelanjakan banyak uang pada perlengkapan energi matahari sedang orang lain tidak?

 Jika siswa mengajukan pertanyaan pada awal unit, mereka bisa membandingkan hal ini dengan pertanyaan mereka selanjutnya untuk membuat penilaian tentang belajar mereka sendiri. Misalnya, ’Diawal unit saya hanya ingin tahu apakah energi itu. Sekarang saya ingin tahu apa yang bisa saya lakukan untuk menghematnya.’

Berpikir kembali

Ini adalah aktivitas yang bagus untuk digunakan diawal siswan/unit untuk mengukur pengetahuan siswa sebelumnya atau, diakhir unit, untuk mengetahui apa yang telah mereka siswai. Satu stiker, yang mana diatasnya infromasi yang terkait dengan unit kerja terbaru dituliskan (misalnya, nama-nama mamalia yang berbeda), diletakkan di tiap punggung siswa. Siswa harus bertanya pada temannya untuk mengetahui apa yang ditulis pada stiker. Mereka hanya diperbolehkan untuk bertanya yang memerlukan jawaban ’ya’ atau ’tidak’. Untuk mendorong interaksi antar siswa, mereka hanya boleh bertanya satu pertanyaan pada tiap siswa.

Permainan serupa adalah ’Kepala selebriti’ dimana tiga siswa masing-masing mempunyai ikat kepala dengan informasi seperti di atas. Mereka perlu untuk menanyakan pada sebagian isi kelas pertanyaan yang akan membantu mereka untuk mengetahui apa yang tertulis pada ikat kepala mereka.

Jawabannya adalah … Apa pertanyaannya?

Tiap siswa atau kelompok siswa diberi secarik kertas dengan satu kata, angka atau frasa di atasnya. Mereka tidak menunjukkan ’jawaban’ ini pada siapapun yang bukan kelompoknya. Siswa muncul dengan sebanyak mungkin pertanyaan yang mereka bisa dan terkait dengan jawaban mereka, sehingga ketika mereka membacanya dihadapan kelas, siswa lainnya akan menebaknya. Anda mungkin ingin untuk melarang beberapa tipe pertanyaan, misalnya: ’Apa yang bersajak dengan … ?’, ’Apa yang mempunyai empat huruf?’ dan ’Apa yang dimulai dengan … ?’ Pertanyaan siswa harus menunjukkan pemahaman mereka terhadap konsep.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: